Untuk menghubungi kami Klik Disini»» atau:

» Tel:+62-21 2986 1684
» Mobile: 0812 8287 8867| 0822 8888 3967
» WA: 081282878867
» Fax:+62-21 2986 1684
» E-mail: sales@beyond-steel.com, beyond.steel82@gmail.com

Perbandingan Baja SKS3 VS SKD11, SK4 & SKH9



Product  : SKS 3 Alloy Tool Steel
Kategori : Cold Work Tool Steel
Standard: JIS G 4404
Grades   : SKS 3

Characteristic SKS3

SKS3 adalah bahan baja karbon tinggi dengan kandungan  kromium tinggi (Cr tinggi),yang diperoleh dengan menambahkan Cr Tinggi ,Carbon (H-Karbon), tungsten (W), kromium (Cr), molibdenum (Mo), dan vanadium (V) ke bahan SK. Bahan-bahan ini menegaskan tingkat kekerasan yang lebih tinggi setelah perlakuan panas QT, memiliki tingkat deformasi yang lebih rendah, dan anti aus yang sangat baik dalam kondisi dingin. Jumlah deformasi akibat pengerasan sekitar 1/2 dari bahan SK. Meskipun saat ini deformasi akibat perlakuan panas tidak lagi menjadi masalah karena pemesinannya dilakukan dengan memotong kawat pemesinan listrik setelah pengerasan, ini menjadi perhatian besar sebelumnya.


Keunggulan (Advantage)
  • Has good durability
  • Excellent wear resistance
  • Has ability to hold a good cutting edge
  • Has good response to heat treatment with lower rate of deformation,
  • Has deep hardening properties with fine grain structure with unusual toughness, etc


Equivalent
AISI O1, DIN ISO 4957 1.2510 100MnCrW4 EN, ASTM A681 O1



Availability
Roundbar
Flat


Chemical Composition SKS3, O1 & DIN 1.2510
Type C Si Mn Cr Mo V W S P
SKS3 0.90-1.00 0.35 max 0.90-1.20 0.50-1.00 - - 0.50-1.00 0.03 0.03
O1 0.85-1.00 0.10-0.50 1.00-1.40 0.40-0.70 - 0.30 0.40-0.60 0.03 0.03
1.2510 0.90-1.05 0.15-0.35 1.00-1.20 0.50-0.70 - 0.05-0.15 0.50-0.70 0.03 0.03


Mechanical Properties SKS3
Properties
SKS3
Tensile Strength (MPa) 650 - 880
Compressive Yield Strength (MPa) 1350 - 2200
Elongation (%) 8 - 25
Hardness (HRC) 63-65
Supplied Condition Annealed


Physical Properties SKS3
Properties
SKS3
Density (×1000 kg/m3) 7.81
Elastic Modulus (GPa) 193
Thermal expansion (10.6 x 10-6/ºC) 20-260
Specific Heat (J/kg-K) 433
Electrical Resistivity (Ohm.mm2/m) 0.47
Melting Point (°C) 1421


Perbandingan Material SKS3, SKD11, SK4 & SKH9


Perbandingan Chemical Composition material SKS3, SKD11, SK4 & SKH9

Material
C
Mn
Si
W
Cr
Mo
V
other
SK4
SKS3
SKD11
SKH9
0.90±1.00
0.90±1.00
1.45±1.65
0.70±0.90
±
0.90±1.20
0.30±0.60
±
±
<0.35
0.20±0.40
±
0.50±1.00
±
6.00±7.00
±
0.50±1.00
11.0±13.0
3.80±4.40
±
±
0.70±1.10
4.00±6.00
±
±
0.70±1.00
1.80±2.30
S < 0:003


Syarat Heat-treatment untuk memilih die materials.

Material
Quenching
Tempering
Temperature(8C)
Time (min)
Temperature (8C)
Time (min)
SK4
SKS3
SKD11
SKH9
800
 810
1010
1165
20
20
50
 3
150±500
250±500
150±680
550±720
30
30
30
30

Perbandingan Sifat-sifat Material

Sejak kekerasan die material digunakan untuk memprediksi life-time/tingkat keausan die, sifat mekanik dari die material ditandai dengan tingkat kekerasan. Dalam studi sekarang, material die dengan berbagai nilai kekerasan yang disebutkan dalam bagian sebelumnya digunakan untuk mempersiapkan spesimen untuk ketegangan (tention) dan dampak tes (impact test) untuk mendapatkan hubungan antara sifat mekanik dan kekerasan. Sifat mekanik dari material die yang diperiksa dalam studi sekarang termasuk Young modulus, impact strength, elongasi, yield stres dan fraktur strength.
Hasil eksperimen memperlihatkan bahwa modulus Young dari material die hampir independen terhadap kekerasan, Modulus Young SK4, SKS3, SKD11 dan SKH9 yang di hasilkan dari eksperimen untuk variasi nilai kekerasan adalah 198, 202, 208 dan 214 GPa, masing-masing. Hal ini dicatat bahwa Young modulus di antara empat jenis die material berbeda.
Tingkat kekuatan (impact strength) dari die material akan berkurang dengan meningkatnya nilai kekerasan sesuai dengan hasil eksperimen. Dalam hal ini untuk mempertahankan keuletan pada kekerasan material die dan mencegah terjadinya fraktur rapuh/kerapuhan/getas, Die material yang di keraskan (heat-treated) dengan tambahan siklus tempering setelah menjadi keras. Dalam studi sekarang, dua siklus proses pemanasan (tampering process) dilakukan guna mempertahankan keuletan material die setelah di dinginkan(quenched). Elongasi material die juga memiliki kecenderungan yang sama seperti kuat dampak seperti yang ditunjukkan oleh eksperimen

Tabel Hubungan Antara Kekerasan (hardness) (H) dan yield strength (Y)

Material
Relationship (MPa)
SK4
SKS3
SKD11
SKH9
Yˆ 42:1H À 414:5
Yˆ 28:7H 296:1
Y ˆ 43:8H À 709:9
Yˆ 54:2H À 1188:6


Application
Cold forming dies, blanking dies, and cutting tools, blanking, forming, and trim dies, gages, slitting cutters, punches, bolster dies, knock-out pins, thread roll dies, bending dies, plastic mold dies, shims, cams, machine ways, stamps, machine parts, jigs, cutter templates, swaging dies, etc



Referensi:

[1] American Society for Testing and Materials, Manual on Low Cycle
    Fatigue Testing, ASTM STP, Vol. 465, Philadelphia, PA, 1969, pp. 1±
    26.
[2] J.A. Bannantin, J.J. Comer, J.L. Handrock, Fundamentals of Metal
    Fatigue Analysis, Englewood Cliffs, NJ, Prentice-Hall, 1990.
[3] B.I. Sandor, Fundamental of Cyclic Stress and Strain, The University
    of Wisconsin Press, London, 1972.


Related Steel:

Incoming Search Terms: jual baja sks3, material sks3, jual cold work tool steel sks3, steel sks3, SKS3 datasheet, equivalen sks3 steel, mechanical properties sks3,physical properties sks3,sks3 steel properties, baja O1, baja din 1.2510, material sks3, sks3 jis g4404 steel properties, baja sk4

Tags:
  • Jual Plat,Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,Nabalseventh,80, 4800, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,Plat Kapal,SS400,A36,BKI,bisplate,SPCC,SPHC,Mild steel, Spesifikasi,pagar besi, toko besi, ASTM A516 gr.70,SM490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

Aplikasi Pelat Baja Pada Bangunan Tahan Gempa

Setiap kali terjadi gempa, selalu saja ribuan bangunan mengalami kerusakan. Rata-rata terjadi di kawasan pedesaan yang proses pendirian bangunan itu masih asal-asalan. Padahal, seluruh wilayah Indonesia, minus Kalimantan dan sebagian Sulawesi, adalah wilayah rawan gempa.

Jika diteliti, bangunan yang roboh rata-rata adalah milik warga biasa yang membangun rumahnya dengan bantuan tukang atau buruh bangunan. Sementara pembangunan gedung-gedung besar dilakukan atas petunjuk konsultan perencana sehingga relatif aman dari risiko gempa.

Sebuah rumah tahan terhadap gempa paling tidak karena tiga hal. Pertama, strukturnya memang kuat dan mampu menahan guncangan. Yang kedua, ia memiliki peredam guncangan (shock absorber) di fondasinya. Yang ketiga, rumah tersebut punya kontrol vibrasi yang bagus. Jika tidak memiliki satu saja di antara ketiganya, bisa dipastikan sebuah rumah akan ambruk ketika terjadi gempa.

Rumah yang memiliki sistem kontrol vibrasi tidak terlalu populer atau terbilang jarang. Biasanya rumah tersebut menggunakan bumper atau pegas atau bahkan sistem peredam hidrolis. Namun, bisa dipastikan itu tidak efektif dan kurang praktis jika diterapkan di Indonesia. Biaya pembuatannya juga relatif mahal.






Yang paling mungkin diterapkan di Indonesia adalah penempatan peredam dasar (base isolation). Komponen itu terdiri atas dua pelat baja yang dihubungkan dengan sebuah kolom yang berbentuk tabung. Terbuat dari karet solid (rubber) yang diperkuat fiber ataupun kawat. Seperti ban mobil. Bentuk peredam tersebut mirip karet mooring yang dipasang di dinding dermaga tempat sandar kapal laut.

Peredam itu ditempatkan di dasar setiap tiang penyangga. Posisinya terjepit di antara fondasi dasar dan lantai rumah. Saat terjadi gempa, peredam tersebut mengurangi guncangan secara signifikan. Meskipun fondasi yang di bawah dipermainkan bumi ke kanan dan kiri, rumah di atasnya secara elastis mengikuti getaran itu dengan bantuan karet peredam. Alat tersebut bisa meredam guncangan horizontal maupun vertikal.

Saat ini base isolation masih berupa purwarupa. ITS tengah mengembangkan agar komponen itu bisa diproduksi secara masal dengan harga murah dan terjangkau masyarakat kecil. Selama ini sangat banyak sosialisasi mengenai rumah tahan gempa, tapi tidak berguna. Selalu akan muncul pertanyaan: biayanya berapa? Kalau mahal, orang-orang tidak bakal mau.

Apalagi, jumlah karet di Indonesia sangat melimpah. Base isolation seharusnya bisa diproduksi dengan mudah. Tinggal kualitas dan harganya yang disesuaikan. Untuk rumah dengan satu lantai, cukup kualitas karet rata-rata. Namun, untuk rumah bertingkat dua atau lebih, kualitas karet harus lebih baik. Karena bebannya pun lebih berat.

Selain punya alat peredam, konstruksi rumah harus memenuhi persyaratan minimum untuk tahan gempa. Yang kurang diperhatikan selama ini adalah kehadiran tulangan beton pada dinding rumah. Rumah itu sama dengan tubuh kita, kalau tidak punya tulang ya lemah.

Ada beberapa persyaratan teknis. Pertama, besi atau baja kerangka tulangan. Besi utama yang vertikal harus setebal minimal 10 milimeter, sedangkan besi rusuknya (ring kotak) minimal 8 milimeter. Jarak antar-ring juga harus cukup rapat. Minimal 15 sentimeter. Antartulang juga mesti tersambung dan saling menusuk minimal beberapa puluh sentimeter untuk memastikan kedua elemen saling berpegangan saat terjadi gempa.

Yang tidak boleh dilupakan ialah kehadiran angkur, yakni bagian besi yang melengkung dan menusuk ke dalam fondasi sloof. Panjangnya minimal 40 sentimeter.

Selain itu, untuk penguatan dinding, ada baiknya menambahkan jejaring kawat saat menyusun batu bata. Memang sedikit lebih mahal, tapi baik untuk melindungi penghuni rumah saat struktur rumah gagal. Banyak korban tewas gara-gara tertimpa tembok rumah yang berat. Jejaring kawat bisa juga dipasang di sisi luar dinding.

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah atap. Tren saat ini sudah bagus. Banyak pengembang perumahan yang menggalakkan peng­gunaan baja ringan seperti galvalum atau aluminium untuk membentuk kuda-kuda atap. Penggunaan bahan yang ringan sangat penting karena posisi atap berada di atas.

Saat terjadi gempa, sangat penting mengurangi berat massa dari atap. Semakin berat massa, akan semakin banyak momentum yang dihasilkan karena guncangan. Sebab, pada dasarnya guncangan adalah soal kecepatan. Kalau bahan yang diguncang ringan, tidak akan ada kecepatan.

Saat ini sudah banyak dikembangkan bahan penutup atap selain genting yang lebih ringan. Bahkan, ada beberapa yang sudah memproduksi atap seng dengan lapisan glasswool, rockwool, dan acourete fiber. Atap seng dikeluhkan karena berisik saat hujan dan membuat rumah jadi sumuk saat terik matahari. Nah, glasswool bisa menjadi pelapis untuk meredam suara dan panas.


Oleh: Prof Tavio, Guru Besar Teknik Sipil ITS*
*) Penggagas Struktur Beton Tahan Gempa
Sumber: Jawa Pos

Tags:
  • Jual Plat,Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,Nabalseventh,80, 4800, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,Plat Kapal,SS400,A36,BKI,bisplate,SPCC,SPHC,Mild steel, Spesifikasi,pagar besi, toko besi, ASTM A516 gr.70,SM490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat