Untuk menghubungi kami Klik Disini»» atau:

» Tel:+62-21 2986 1684
» Mobile: 0812 8287 8867| 0822 8888 3967
» WA: 0822 8888 3967
» Fax:+62-21 2986 1684
» E-mail: sales@beyond-steel.com

Yield Strength VS Tensile Strength

Perbedaan Yield Strength VS Tensile Strength


Dalam setiap postingan di blog ini yang mengulas karakteristik dari material baja, kita lazim menemukan istilah Yield Strenght (kekuatan luluh) dan Tensile Strength (kekuatan tarik). Dua istilah ini termasuk dalam mechanical properties (sifat mekanik) material baja, yang menjelaskan karakteristik mekanis dari material baja tersebut.

Perbedaan utama antara kekuatan luluh dan kekuatan tarik adalah bahwa kekuatan luluh adalah tegangan minimum di mana material mengalami deformasi secara permanen, sedangkan kekuatan tarik menggambarkan tegangan maksimum yang dapat ditangani oleh bahan sebelum pecah.

Apa itu Yield Strenght

Yield Strenght (Kekuatan Luluh) adalah tegangan minimum ketika suatu material baja kehilangan sifat elastisnya.

Ketika tekanan pada suatu material perlahan-lahan meningkat, kita dapat melihat bahwa regangan meningkat secara proporsional pada awalnya. Jika gaya yang menyebabkan tekanan pada material dihilangkan, maka material tersebut akan kembali ke bentuk semula. Ketika suatu bahan mampu melakukan ini, kita katakan bahwa bahan itu elastis (bayangkan karet gelang). Jika tekanan pada material terus meningkat, maka material pada akhirnya akan mencapai titik ketika material tersebut menjadi sangat cacat sehingga, bahkan ketika kekuatan deformasi dihilangkan, material tidak dapat kembali ke bentuk aslinya. Tegangan di mana bahan berhenti berperilaku elastis disebut kekuatan luluh. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut ini.


Video.1 Test untuk menentukan Yield Strength Material Stainless Steel





Luluh yang terjadi pada suatu material jika tegangan desain (Td) melebihi kekuatan Luluhnya. Menentukan Tegangan Desain biasanya didapatkan dari kriteria Von Mises yang merupakan persamaan yang didapat dengan Metode Elemen Hingga (Finite Element Analysis),

Biasanya untuk mudahnya menentukan tegangan desain, seorang engineer menentukan berapa beban yang diinginkan secara global saja? Misalnya…Saya menentukan suatu batang bulat berdiameter 19mm jika diberi beban tarik 5ton. Beban 5 ton ini saya asumsikan sebagai beban desain. Jadi yield strenght berguna dalam menentukan safety faktor dari suatu desain.


Apa itu Tensile Strenght

Tensile Strenght (Kekuatan Tarik) kadang  juga disebut “Ultimate Tensile Strength” adalah Tegangan maksimum yang bisa diterima oleh suatu material sebelum material itu mengalami patah/ breaking.

Misalkan Anda terus meningkatkan kekuatan pada material di luar kekuatan luluh. Bahan terus berubah bentuk, dan akhirnya kekuatan antara molekul menjadi tidak mampu menandingi kekuatan eksternal dan bahan pecah. Tegangan maksimum yang dapat ditangani bahan sebelum pecah disebut kekuatan tarik atau kekuatan pamungkas.


Penjelasan sederhana antara Yield Strenght dan Tensile Strength seperti dijelaskan oleh diagram Tegangan-Regangan untuk material dibawah ini:





Ketika Anda melihat kurva tegangan-regangan di atas, tegangan tampaknya berkurang karena bahannya terus memanjang. Ini karena definisi tegangan dan regangan yang digunakan untuk menggambar diagram ini tidak memperhitungkan perubahan di area yang terjadi ketika gaya diterapkan pada material. Sebaliknya, di sini diasumsikan bahwa area tersebut tetap konstan. Jenis definisi untuk stres yang tidak memperhitungkan perubahan di area ini disebut tekanan teknik. Jika perubahan area diperhitungkan, maka kurva tegangan-regangan menunjukkan bahwa saat material terus memanjang, tegangan juga meningkat. Definisi stres yang memperhitungkan perubahan berkelanjutan di area tersebut disebut stres sejati. Nilai dari Tensile Strength suatu material biasanya diperoleh dari Tabel yang disajikan oleh suatu referensi/ buku manual.

Video Test untuk menentukan Ultimate Tensile Strength Material Baja, Kuningan & Perunggu




Tensile Strength biasanya digunakan untuk menentukan nilai Tegangan Maksimum yang bisa diterima oleh suatu material baja. Yang pada akhirnya untuk menentukan beban maksimum yang bisa diterima oleh suatu permukaan.



Referensi:
pediaa.com/difference-between-yield-strength-and-tensile-strength/



Penelusuran Terkait: cara menentukan tensile strength material baja, what is yiedl strength, what is tensile strength, ultimate tensile strength kuningan, berapa tensile strength perunggu, perbedaan yield strength dan tensile strength, berapa yield strength stainless 304, defenisi yield strength, sifat mekanis baja stavax,berapa tegangan maksimum yang bisa diterima oleh suatu material baja vcn, berapa momen puntir baja vcl,kenapa baja bisa pecah,sifat elastis baja

Produk Terkait:

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

No Comments