Share This

Jenis-jenis Besi Tuang (Cast Iron)

Pengelompokan Besi Tuang

Secara umum besi dengan kadar carbon di atas 1.7 % disebut besi tuang, meskipun biasanya besi tuang memiliki kadar carbon 3,2 – 3,6%. Konposisinya :  2,2 – 2,4% Si, 0,6 – C,9% Mn, dan memiliki struktur pearlit dengan sejumlah grafit normal (HB = 170 – 229).
Besi tuang banyak digunakan dalam dunia tehnik dan industri karena karakteristik atau sifat machinability yang mudah dikerjakan dengan mesin dan memiliki sifat tahan aus karena bersifat self lubrication, dan tentunya dari segi harga jauh lebih murah dari baja.
Besi tuang tahan aus, cocok untuk bantalan biasa yang bekerja dengan tekaran spesifik tinggi, tetapi kecepatan/putaran dari poros rendah.

Jenis-jenis Besi Tuang (Cast Iron)


Jenis-jenis Besi Tuang (Cast Iron) yaitu :
  1. Besi Tuang Kelabu (GREY CAST IRON). Jenis Besi Tuang ini sering dijumpai (sekitar 70% besi tuang berwarna abu-abu). Mempunyai graphite yang berbentuk FLAKE. Sifat dari Besi Tuang ini kekuatan tariknya tidak begitu tinggi dan keuletannya rendah sekali (Nil Ductility).
  2. Besi Tuang Putih (WHITE CAST IRON). Dimana Besi Tuang ini seluruh karbonnya berupa Sementit sehingga mempunyai sifat sangat keras dan getas. Mikrostrukturnya terdiri dari Karbida yang menyebabkan berwarna Putih.
  3. Besi Tuang Mampu Tempa (MALLEABLE CAST IRON). Besi Tuang jenis ini dibuat dari Besi Tuang Putih dengan melakukan heat treatment kembali yang tujuannya menguraikan seluruh gumpalan graphit (Fe3C) akan terurai menjadi matriks Ferrite, Pearlite dan Martensite. Mempunyai sifat yang mirip dengab Baja.
  4. Besi Tuang Nodular (NODULAR CAST IRON). Besi Tuang Nodular adalah perpaduan besi tuang kelabu. Ciri besi tuang ini bentuk graphite flake dimana ujung–ujung flake berbentuk takik-an yang mempunyai pengaruh terhadap ketangguhan, keuletan & kekuatan oleh karena untuk menjadi lebih baik, maka graphite tersebut berbentuk bola (Spheroid) dengan menambahkan sedikit inoculating agent, seperti Magnesium atau Calcium Silicide. Karena besi tuang nodular mempunyai keuletan yang tinggi maka besi tuang ini di kategorikan DUCTILE CAST IRON.


1. Besi Tuang Kelabu (Grey Cast Iron)

Sebagian besar dari Zat arang/karbon dalam besi tuang ini terpisah sebagai graphite .
Bidang patahan dari besi tuang ini berwarna abu-abu tua sampai hitam.



Berdasarkan kekuatannya besi tuang kelabu dibedakan atas :
a. Besi tuang kekuatan rendah
Memiliki kekuatan tarik 12 – 21 kp/mm2. Biasa digunakan untuk elemen mesin yang tidak terkena beban yang berat.
Komposisinya :
% C Si Mn P S
Low 3.2 – 3.6 1.7 – 3.0 ≤ 0.5 ≤ 0.5 ≤ 0.12
Strukturnya berbentuk Ferrite + Graphite atau Pearlite + Ferrite + Graphite

b. Besi tuang kekuatan sedang
Memiliki kekuatan tarik sampai dengan 40 kp/mm2. Besi tuang ini biasanya digunakan untuk silinder mesin, piston, dll
Komposisinya :
% C Si Mn P S
Middle 2.8 – 3.0 1.5 – 1.7 0.8 – 1.0 ≤ 0.30 ≤ 0.12
Strukturnya berbentuk Pearlite. Pada proses peleburan ditambahkan 10 – 30 % baja bekas unruk mengurangi kadar carbon.

c. Besi tuang kekuatan tinggi
Memiliki kekuatan tarik lebih besar dari 40 kp/mm2. Struktur Graphite berbentuk bola sehingga disebut besi tuang modular.
Pada proses pembuatannya besi tuang ini ditambahkan 1.2 % magnesium yang akan menghasilkan graphite yang berbentuk bola pada saat pembekuan, dan juga memperbesar kekuatannya .





2. Besi Tuang Putih (White Cast Iron)

Dimana sebagian besar karbon yang terikat dalam besi sebagai zementite (Fe3C) yang keras. Besi tuang ini memiliki bidang patahan yang berwarna putih. Sifat yang keras sehingga sukar dikerjakan di mesin.


Sifat-sifat dari besi tuang sangat terpengaruh pada unsur-unsur yang ditambahkan pada proses pembuatannya seperti Carbon, silisium, mangan, phosphor, belerang.
Pengaruh dari unsur-unsur diatas akan kita bahas seperti di bawah ini.

PENGARUH UNSUR PADUAN
a. Carbon (C)
Bila carbon terikat pada besi tuang sebagai cementite akan diperoleh besi tuang putih, dan bila carbon terikat sebagai graphite akan diperoleh besi tuang kelabu. Dengan adanya graphite besi tuang jadi mudah dikerjakan dengan mesin tetapi kekuatannya berkurang.
b. Silisium (Si)
Silisium memperbesar pemisahan graphite sehingga mengurangi kekuatan tarik dan merendahkan titikcair.
Kadar Si terlalu tinggi menyebabkan besi tuang lebih berpori-pori. Kadar Si idealnya 2-3 %
c. Mangan (Mn)
Mangan mencegah terjadinya pemisahan graphite sehingga memungkinkan terbentuknya cementite yang keras. Mn membuat besi tuang lebih keras dan memiliki kekuatan tarik yang tinggi.
d. Phosphor (P)
Phosphor menghasilkan besi cair yang tipis, lunak, tetapi sangat rapuh. Pada umumnya kadar phosphor lebih kecil dari 1%
e. Belerang (S)
Kebalikan dengan phpsphor, belerang menghasilkan besi cair yang tebal dan mempersukar pemisahan graphite.
Kadar belerang umumnya di bawah 0.1 %. Pada kadar 0.2 % pencairan besi cukup tebal sehingga sulit untuk dituang lagi.


3. Besi Tuang Tempa (Malleable Cast Iron)

Biasanya besi tuang tidak dapat ditempa, tapi ada jenis besi tuang yang dapat ditempa yaitu besi tuang putih (White Cast Iron),tetapi harus lewat perlakuan khusus yaitu proses Anneling.
Besi tuang putih yang sering digunakan yaitu:
% C Si Mn P S
White 1.7 - 2.8 1.4 - 1.6 0.4 - 0.7 ≤ 0.20 ≤ 0.12
White 2.8 - 3.2 0.5 - 0.8 0.4 - 0.7 ≤ 0.20 ≤ 0.12

Proses Anneling
a. Ferritic Melleable Iron / Besi Tempa Ferrit
Dengan cara memanaskan besi tuang putih kadar karbon rendah pada suhu 950 – 1000 ºC dalam dapur yang bebas Oksidasi, setelah itu proses pendinginan sampai suhu 740 ºC kemudian didinginkan dengan sangat lambat sampai suhu 680 ºC baru didinginkan di udara.
Pada pemanasan ini akan terlepas dari cementite dan pada pendinginannya karbon akan menghasilkan graphite yang berbentuk bunga, bidang patahan gelap sehingga disebut black heart cast iron.
b. Ferrite – Pearlitic Malleable Iron/ Besi tempa Ferrit
Adalah dengan memanaskann besi tuang putih dengan medium oksidasi yaitu bijih – bijih besi selama 60 jam pada suhu 1000 ºC lalu didinginkan. Pada proses ini karbon dari cementite akan dioksidasikan membentuk gas CO2. Pada pemanasan ini semakin lama karbon semakin berkurang dan pada proses pendinginan karbon yang tersisa akan membentuk pearlite dan graphite bunga, bidang patahan gelap sehingga disebut black heart cast iron.

PERLAKUAN PANAS PADA BESI TUANG
Untung menghilangkan tegangan – tegangan dalam pada waktu penuangan besi tuang serta untuk memperbaiki sifat mekanis dan sifat mach inability nya biasanya besi tuang terlebih dahulu harus melalui proses heat treatment .
a. Annealing Untuk menghilangkan tegangan dalam
Dengan memanaskan besi tuang sampai suhu 500 – 550 ºC selama 6-8 jam kemudian didinginkan secara perlahan .
b. Annealing untuk melunakkan besi tuang
Besi tuang biasanya pada permukaan / kulitnya sangat keras sehingga sangat sulit untuk di kerjakan di mesin karena permukaan besi tuang mengalami proses pendinginan yang lebih cepat dibandingkan pada inti / bagian dalam dari besi tuang, untuk itu perlu proses pelunakan dengan cara memanaskan besi tuang pada suhu 850-900 ºC selama 30 menit sampai 8 jam tergantung dari ketebalan besi tuang yang di annealing, kemudian didinginkan secara perlahan.
c. Hardening dan tempering
Besi tuang dipanaskan pada suhu 860 – 900 ºC kemudian di quenching dengan oli atau dengan udara untuk bentuk yang komplex , setelah itu dilakukan annealing pada suhu 200-300 ºC untuk memperbaiki sifat mekanisnya.
Struktur akhir berupa martensit dan graphite.


4. Besi Tuang Nodular (Nodular Cast Iron)

Klik DISINI >>

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

PHIL menawarkan baja HARDOX untuk bak truk



Philippi-Hagenbuch (PHIL), pemimpin global dalam kustomisasi truk off-highway, telah mengumumkan bahwa mereka sekarang menggunakan baja tahan gesek Hardox SSAB baru dalam jajaran khusus badan truk HiVol khusus.

Baja baru ini dirancang khusus untuk menahan lingkungan suhu ekstrem. Sebagai bagian dari penawaran PHIL dalam badan terak panas, ini mengurangi ketebalan pelat yang diperlukan sambil mempertahankan masa pakai produk untuk meningkatkan produktivitas dalam memproses aplikasi.

"Sebagai produsen kustom sejati, setiap produk PHIL dirancang untuk unggul dalam aplikasi tertentu," Josh Swank, VP penjualan dan pemasaran untuk PHIL, mengatakan dalam rilisnya.

“Di masa lalu, klien pabrik baja meminta badan truk HiVol yang unik untuk mengangkut terak panas. Teknisi kami merespons dengan badan terak panas. Sekarang, dengan baja Hardox baru dari SSAB, kami dapat memberikan kekuatan dan daya tahan yang sama dengan baja yang lebih sedikit, memaksimalkan potensi muatan dan menyediakan produk yang lebih baik kepada klien kami. ”

"PLAT YANG LEBIH TIPIS MENURUNKAN BERAT BADAN TRUCK KETIKA PERJALANAN KOSONG UNTUK MENYELAMATKAN BAHAN BAKAR DAN MENGURANGI EMISI"

Badan slag panas PHIL terdiri dari dua komponen - suprastruktur rangka luar, yang tidak bersentuhan dengan bahan cair, dan memuat potongan yang mengandung.

Potongan-potongan ini membentuk struktur yang tumpang tindih yang secara longgar diikat di sekitar tubuh exoskeleton untuk mengandung terak panas selama operasi. Desain inovatif ini memungkinkan untuk ekspansi dan kontraksi diferensial, di mana tubuh tradisional akan melengkung di bawah panas yang ekstrem.

Saat mengangkut material yang meleleh, serpihan membesar dan berkontraksi tanpa merusak lasan, mengikat atau melengkung. Ketika sepotong rusak atau aus, itu dapat dengan mudah diganti tanpa persyaratan pengelasan struktural.

Hal ini memungkinkan PHIL untuk menggunakan pelat yang lebih tipis tanpa membahayakan masa pakai produk, memberikan lebih banyak muatan saat terisi penuh.

Selain itu, pelat yang lebih tipis menurunkan berat keseluruhan truk saat bepergian kosong untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi.

Bahan Hardox baru mampu mengangkut bahan lebih dari 649 derajat Celcius. PHIL telah menggunakan material Hardox secara eksklusif dalam rangkaian produk khusus sejak tahun 1983.

Philippi-Hagenbuch adalah pemimpin global dalam kustomisasi truk off-road.


(Artikel ini pertama kali muncul di Canadian Mining Journal)

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

Yield Strength VS Tensile Strength

Perbedaan Yield Strength VS Tensile Strength


Dalam setiap postingan di blog ini yang mengulas karakteristik dari material baja, kita lazim menemukan istilah Yield Strenght (kekuatan luluh) dan Tensile Strength (kekuatan tarik). Dua istilah ini termasuk dalam mechanical properties (sifat mekanik) material baja, yang menjelaskan karakteristik mekanis dari material baja tersebut.

Perbedaan utama antara kekuatan luluh dan kekuatan tarik adalah bahwa kekuatan luluh adalah tegangan minimum di mana material mengalami deformasi secara permanen, sedangkan kekuatan tarik menggambarkan tegangan maksimum yang dapat ditangani oleh bahan sebelum pecah.

Apa itu Yield Strenght

Yield Strenght (Kekuatan Luluh) adalah tegangan minimum ketika suatu material baja kehilangan sifat elastisnya.

Ketika tekanan pada suatu material perlahan-lahan meningkat, kita dapat melihat bahwa regangan meningkat secara proporsional pada awalnya. Jika gaya yang menyebabkan tekanan pada material dihilangkan, maka material tersebut akan kembali ke bentuk semula. Ketika suatu bahan mampu melakukan ini, kita katakan bahwa bahan itu elastis (bayangkan karet gelang). Jika tekanan pada material terus meningkat, maka material pada akhirnya akan mencapai titik ketika material tersebut menjadi sangat cacat sehingga, bahkan ketika kekuatan deformasi dihilangkan, material tidak dapat kembali ke bentuk aslinya. Tegangan di mana bahan berhenti berperilaku elastis disebut kekuatan luluh. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut ini.


Video.1 Test untuk menentukan Yield Strength Material Stainless Steel





Luluh yang terjadi pada suatu material jika tegangan desain (Td) melebihi kekuatan Luluhnya. Menentukan Tegangan Desain biasanya didapatkan dari kriteria Von Mises yang merupakan persamaan yang didapat dengan Metode Elemen Hingga (Finite Element Analysis),

Biasanya untuk mudahnya menentukan tegangan desain, seorang engineer menentukan berapa beban yang diinginkan secara global saja? Misalnya…Saya menentukan suatu batang bulat berdiameter 19mm jika diberi beban tarik 5ton. Beban 5 ton ini saya asumsikan sebagai beban desain. Jadi yield strenght berguna dalam menentukan safety faktor dari suatu desain.


Apa itu Tensile Strenght

Tensile Strenght (Kekuatan Tarik) kadang  juga disebut “Ultimate Tensile Strength” adalah Tegangan maksimum yang bisa diterima oleh suatu material sebelum material itu mengalami patah/ breaking.

Misalkan Anda terus meningkatkan kekuatan pada material di luar kekuatan luluh. Bahan terus berubah bentuk, dan akhirnya kekuatan antara molekul menjadi tidak mampu menandingi kekuatan eksternal dan bahan pecah. Tegangan maksimum yang dapat ditangani bahan sebelum pecah disebut kekuatan tarik atau kekuatan pamungkas.


Penjelasan sederhana antara Yield Strenght dan Tensile Strength seperti dijelaskan oleh diagram Tegangan-Regangan untuk material dibawah ini:





Ketika Anda melihat kurva tegangan-regangan di atas, tegangan tampaknya berkurang karena bahannya terus memanjang. Ini karena definisi tegangan dan regangan yang digunakan untuk menggambar diagram ini tidak memperhitungkan perubahan di area yang terjadi ketika gaya diterapkan pada material. Sebaliknya, di sini diasumsikan bahwa area tersebut tetap konstan. Jenis definisi untuk stres yang tidak memperhitungkan perubahan di area ini disebut tekanan teknik. Jika perubahan area diperhitungkan, maka kurva tegangan-regangan menunjukkan bahwa saat material terus memanjang, tegangan juga meningkat. Definisi stres yang memperhitungkan perubahan berkelanjutan di area tersebut disebut stres sejati. Nilai dari Tensile Strength suatu material biasanya diperoleh dari Tabel yang disajikan oleh suatu referensi/ buku manual.

Video Test untuk menentukan Ultimate Tensile Strength Material Baja, Kuningan & Perunggu




Tensile Strength biasanya digunakan untuk menentukan nilai Tegangan Maksimum yang bisa diterima oleh suatu material baja. Yang pada akhirnya untuk menentukan beban maksimum yang bisa diterima oleh suatu permukaan.



Referensi:
pediaa.com/difference-between-yield-strength-and-tensile-strength/



Penelusuran Terkait: cara menentukan tensile strength material baja, what is yiedl strength, what is tensile strength, ultimate tensile strength kuningan, berapa tensile strength perunggu, perbedaan yield strength dan tensile strength, berapa yield strength stainless 304, defenisi yield strength, sifat mekanis baja stavax,berapa tegangan maksimum yang bisa diterima oleh suatu material baja vcn, berapa momen puntir baja vcl,kenapa baja bisa pecah,sifat elastis baja

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

Bagaimana Baja Dibuat

Bagaimana Baja Dibuat: Ringkasan Singkat Blast Furnace


Ada dua jenis logam, ferro & non-ferro. Ferrous berasal dari, atau mengandung zat besi, sedangkan Non-Ferrous tidak mengandung zat besi.

Beberapa contoh logam besi adalah baja ringan, besi cor, baja kekuatan tinggi, dan baja perkakas.

Contoh logam non-ferrous adalah tembaga, aluminium, perunggu, kuningan, titanium, dll.

Untuk membuat baja, bijih besi terlebih dahulu ditambang dari tanah. Ini kemudian dilebur dalam tungku pembakaran dimana kotoran dikeluarkan dan karbon ditambahkan. 

Uraian berikut diambil dari Manual Struktural Untuk Manual Ironworkers V-Volume I. 

Tanur pelebur (Blast furnace) atau juga biasa disebut tungku ini adalah bagian penting dalam proses pengecoran logam. Tanur pelebur dalam pengecoran logam digunakan untuk “meleburkan” bahan baku yang digunakan untuk membuat barang-barang cor. Tungku membutuhkan banyak fasilitas tambahan untuk mendukung operasi mereka. Namun, secara sederhana, tungku itu sendiri adalah cangkang baja besar yang berbentuk silinder dan dilapisi dengan bata tahan panas. Setelah dimulai, atau "dihembuskan," tungku beroperasi terus menerus sampai lapisan tahan api membutuhkan pembaruan atau sampai permintaan untuk besi turun ke titik di mana tungku ditutup. Durasi operasi tungku dari awal hingga akhir disebut sebagai "campaign" dan dapat berlangsung beberapa tahun.




Bijih besi dan bahan bantalan besi lainnya, kokas dan batu kapur dibebankan ke dalam tungku dari atas dan turun ke bawah, menjadi lebih panas saat mereka tenggelam dalam tubuh tungku yang disebut tumpukan. Di bagian atas tungku, gas dari pembakaran kokas menghilangkan banyak oksigen dari bijih besi. Sekitar setengah jalan, batu kapur mulai bereaksi dengan kotoran di bijih dan kokas membentuk terak.

Abu dari kokas diserap oleh terak. Beberapa silika dalam bijih direduksi menjadi silikon dan larut dalam besi seperti halnya beberapa karbon dalam kokas. Di bagian bawah tungku di mana suhu naik lebih dari 3000 Fahrenheit, terak cair mengapung di kolam besi leleh yang dalamnya empat atau lima kaki. Karena terak mengapung di atas setrika, dimungkinkan untuk mengalirkannya melalui takikan terak di tungku. Besi cair dilepaskan dari tungku perapian melalui lubang keran. Penyadapan besi dan terak adalah faktor utama yang memungkinkan bahan tambahan untuk diisi di atas tungku. 

Ringkasan singkat dari operasi kompleks tanur pembakaran ini disajikan di video berikut, untuk memberikan titik referensi untuk aliran operasi aktual. Sangat sering, beberapa tanur tinggi dapat diatur dalam satu pabrik sehingga penggunaan yang seefisien mungkin dapat dilakukan dari bahan bakar, fasilitas rel internal, dll.

Video How steel is produced 


Pembuatan Baja

Besi kasar mengandung sejumlah besar karbon serta kotoran lainnya (terutama belerang dan fosfor). Karena itu, harus disaring. Kandungan karbon harus dikurangi, kotoran dioksidasi dan dihilangkan, dan besi diubah menjadi logam yang sangat elastis yang dapat ditempa dan dibuat. Ini adalah tujuan dari operasi pembuatan baja. Ada tiga jenis tungku pembuatan baja: tungku perapian terbuka, konverter proses dasar oksigen (lihat gambar 1) dan tungku busur listrik (lihat gambar 2). Tungku perapian terbuka sebagian besar telah diganti oleh konverter oksigen dasar (di mana baja dibuat dengan cara meniupkan udara atau oksigen ke dalam besi cair) dan tungku busur listrik (di mana baja dibuat dari besi tua dan pelet besi-spons)

Kemudian, baja cair disempurnakan komposisi kimianya melalui injeksi karbon dan penambahan paduan ferro sesuai karakteristik material baja yang dibutuhkan..
Ketika baja cair telah mencapai komposisi kimia yang tepat dan suhu yang dibutuhkan, kemudian di-tapping menjadi bentuk billet baja Selanjutnya, billet dimasukan ke Reheating Furnace untuk mencapai suhu yang tepat


Figure 2. General view of electric furnace casting


Baja Khusus


Baja khusus adalah paduan di mana elemen logam lainnya dimasukkan untuk menghasilkan baja dengan kualitas khusus dan untuk tujuan khusus, (misalnya, kromium untuk mencegah karat, tungsten untuk memberikan kekerasan dan ketangguhan pada suhu tinggi, nikel untuk meningkatkan kekuatan, keuletan dan ketahanan korosi) . Konstituen paduan ini dapat ditambahkan baik ke muatan blast-furnace (lihat gambar 8) atau ke baja cair (dalam furnace atau sendok) (lihat gambar 9). Logam cair dari proses pembuatan baja dituangkan ke dalam mesin pengecoran kontinu untuk membentuk billet (lihat gambar 10), mekar (lihat gambar 11) atau lempengan. Logam cair juga dapat dituangkan ke dalam cetakan untuk membentuk ingot. Mayoritas baja diproduksi dengan metode casting (lihat gambar 12). Manfaat pengecoran kontinu adalah peningkatan hasil, kualitas lebih tinggi, penghematan energi dan pengurangan biaya modal dan operasi. Cetakan yang dituang ingot disimpan dalam lubang perendaman (yaitu oven bawah tanah dengan pintu), di mana ingot dapat dipanaskan sebelum melewati ke pabrik penggilingan atau pemrosesan berikutnya lainnya (gambar 4). Baru-baru ini, perusahaan mulai membuat baja dengan kastor berkelanjutan. Rolling mill dibahas di bagian lain bab ini; pengecoran, penempaan dan pengepresan dibahas dalam bab Pemrosesan logam dan industri pengerjaan logam.



Referensi:
https://www.keenovens.com/articles/steel-furnance.htm
http://www.iloencyclopaedia.org/part-xi-36283/iron-and-steel/73/iron-and-steel-industry

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

Indonesia Produsen Stainless Steel Terbesar Ke-4 di Dunia


Produsen stainless steel terbesar di Dunia


Di saat dunia dilanda pandemi Virus Corona (Covid-19), ada berita menarik beberapa hari lalu yang luput dari perhatian. Uni Eropa kenakan bea masuk antidumping produk baja Indonesia! Mengejutkan memang. Sejak kapan Indonesia sebagai produsen Stainless Steel (baja nirkarat)?

Selama ini Indonesia tak dikenal sebagai negara eksportir baja nirkarat (stainless steel), malah sebaliknya sebagai negara importir baja dan baja nirkarat!

Meski Indonesia salah satu negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dengan total cadangan nikel sebanyak 21 miliar ton, tak satu pun perusahaan smelter yang berdiri dan mengolah nikel tersebut menjadi baja nirkarat. Malah Indonesia dikenal sebagai eksportir biji nikel bagi perusahan baja seluruh dunia; Uni Eropa, China dan India. Total ekspor biji nikel Indonesia per tahun sebesar 350 juta dolar Amerika.

Sejak pemerintahan Presiden Jokowi, ekspor nikel dilarang melalui Peraturan Menteri ESDM dan mulai berlaku per 1 Januari 2020. Jauh sebelum terbitnya Permen pelarangan ekspor bijih nikel tersebut, pemerintah Indonesia telah mengundang investor dari berbagai negara untuk berinvestasi di sektor hilir/pengembangan Nikel; baja nirkarat (stainless steel) dan baterai.

Undangan pemerintah Indonesia, disambut baik oleh investor. Saat ini, 11 smelter nikel sudah terbangun dan 25 smelter lainnya dalam proses pembangunan.

Dimulai pada akhir tahun 2015, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bekerja sama dengan Tsingshan Holding Group dan Ruipu Technology Group Co., Ltd. sepakat untuk mendirikan PT Indonesia Ruipu Nickel and Chorme Alloy di Kawasan Industri Morowali, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Perusahaan inilah yang membawahi bisnis high-carbon ferrochrome berkapasitas sebesar 600.000 ton per tahun dan pabrik stainless steel cold rolled berkapasitas 700.000 ton.

Dari berbagai informasi diperoleh data, bahwa Kawasan Industri Morowali telah menghasilkan 3,5 juta ton stainless steel per tahunnya. Angka yang fantastis yang membawa Indonesia sebagai produsen stainless steel terbesar keempat di dunia setelah Cina, Eropa, dan India.

Seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi, nilai ekspor stainless steel juga mengalami kenaikan dari 2 miliar dolar AS di tahun 2017 menjadi 3,5 miliar dolar AS di tahun 2018 dan tahun 2019 menurut informasi yang diperoleh penulis mencapai 7,5 miliar dolar AS.

Terlepas dari kontroversi soal tenaga kerja asing asal China yang ramai di media sosial. Berita pengenaan bea masuk antidumping bagi baja nirkarat Indonesia oleh China dan Uni Eropa merupakan berita positif di tengah pandemi Covid-19.

Sekarang, Pemerintah harus menjelaskan berapa banyak TKA yang terlibat industri baja nirkarat dan berapa besar tenaga kerja lokal yang terserap. Selain itu, pemerintah harus menjelaskan juga berapa lama tenaga kerja asing itu nantinya bisa digantikan oleh putera puteri Indonesia. Inilah pekerjaan rumah Pemerintah, sehingga tak ada dusta di antara kita.


Sumber: Viva.co.id

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

Tabel Titik Lebur Logam dan Paduan



Titik lebur (Melting Point) adalah suhu di mana suatu zat berubah dari padat menjadi cair. Kebalikannya, ketika suhu suatu zat dari cair menjadi padat disebut titik beku.

Alat yang digunakan untuk menentukan titik lebur suatu zat adalah melting point apparatus.

Titik lebur tidak begitu terpengaruh oleh tekanan, hal ini sedikit berbeda dengan titik didih

Pada sebagian besar benda, titik lebur dan titik beku biasanya sama. Contoh, titik lebur dan titik beku dari "raksa" adalah 234,32 kelvin (-38,83 °C atau -37,89 °F) Namun, beberapa subtansi lainnya memiliki temperatur beku <--> cair yang berbeda. contohnya "agar-agar", mencair pada suhu 85 °C (185 °F) dan membeku dari suhu 32-40 °C (89,6 - 104 °F); fenomena ini dikenal sebagai hysteresis.




Tips Dan Trik Terkait:


Tabel Titik Lebur beberapa Jenis Logam & Paduan


Jenis Metal
Titik Lebur (oC)
Admiralty Brass 900 - 940
Aluminum 660
Aluminum Alloy 463 - 671
Aluminum Bronze 1027 - 1038
Antimony 630
Babbitt 249
Beryllium 1285
Beryllium Copper 865 - 955
Bismuth 271.4
Brass, Red 1000
Brass, Yellow 930
Cadmium 321
Chromium 1860
Cobalt 1495
Copper 1084
Cupronickel 1170 - 1240
Gold, 24K Pure 1063
Hastelloy C 1320 - 1350
Inconel 1390 - 1425
Incoloy 1390 - 1425
Iridium 2450
Iron, Wrought 1482 - 1593
Iron, Gray Cast 1127 - 1204
Iron, Ductile 1149
Lead 327.5
Magnesium 650
Magnesium Alloy 349 - 649
Manganese 1244
Manganese bronze 865 - 890
Mercury -38.86
Molybdenum 2620
Monel 1300 - 1350
Nickel 1453
Niobium (Columbium) 2470
Osmium 3025
Palladium 1555
Phosphorus 44
Platinum 1770
Plutonium 640
Potassium 63.3
Red Brass 990 - 1025
Rhenium 3186
Rhodium 1965
Ruthenium 2482
Selenium 217
Silicon 1411
Silver, Coin 879
Silver, Pure 961
Silver, Sterling 893
Sodium 97.83
Solder 50 - 50 215
Steel, Carbon 1425 - 1540
Steel, Stainless 1510
Tantalum 2980
Thorium 1750
Tin 232
Titanium 1670
Tungsten 3400
Uranium 1132
Vanadium 1900
Yellow Brass 905 - 932
Zinc 419.5
Zirconium 1854


Referensi:
engineeringtoolbox.com
wikipedia


Penelusuran Terkait: what temperature do metals melt?, what is metals melting point?,cara menentukan titik didih paling tinggi dan rendah, what is the easiest metal to melt?,kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku, what is the melting point of lead?,Melihat Proses Kenaikan Titik Didih,melting and boiling temperatures of cast iron,urutan titik didih senyawa hidrokarbon,senyawa yang mempunyai titik didih paling tinggi,cara menentukan titik didih paling rendah, cara menentukan titik beku paling tinggi,titik didih alkana alkena alkuna,urutan yang menunjukkan kenaikan titik didih adalah,faktor yang mempengaruhi titik didih,urutan senyawa berdasarkan kenaikan titik didihnya berturut-turut ditunjukkan oleh angka, gold silver and copper pressure and melting temperatures,buchi menentukan titik leleh dari berbagai jenis zat,rumus berat jenis besi,berat jenis besi sni,kalibrasi melting point,dasar teori titik leleh dan titik nyala,teori titik lebur,laporan titik eutektikum,jurnal titik leleh,Alat Uji Titik Lebur Melting Point WRS200

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat

Persoalan Mendasar Industri Baja Nasional

Di saat Indonesia sedang giat-giatnya melakukan pembangunan infrastruktur, industri baja kita masuk Intensive Care Unit (ICU) karena dihantam baja impor dan negara tidak mampu melindungi industri dan melakukan penindakan hukum berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 110 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi, Baja Paduan, dan Produk Turunannya. Bagaimana tidak masuk ICU, kalau produksi baja nasional terjun bebas, tetapi impor tumbuh pesat. Sebagai pembanding, produksi baja Vietnam (2017) mencapai 11,5 juta ton, sementara Indonesia hanya 5,2 juta ton karena tergerus impor.

Hari ini total impor produk besi dan baja (umumnya dari China) sudah melebihi 6 juta ton (data BPS 2018) dan angka ini akan terus meningkat seiring dengan tidak seriusnya Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai), Kementerian Perindustrian (BPPI), dan Kementerian Perdagangan (Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri).

Dalam kondisi yang timpang tersebut, munculnya Permendag No. 110 Tahun 2018 diharapkan dan seharusnya dapat mengerem kucuran besi baja impor, namun dalam implementasinya ternyata berbeda meskipun isi Permendag sendiri menurut saya sudah baik.


Di tengah hancurnya industri baja nasional, muncul beberapa saran atau masukan dari Bank Dunia yang menurut saya janggal, seperti menghilangkan inspeksi pre-shipment di pelabuhan asal barang), menghilangkan surat rekomendasi dari Kementerian (Perindustrian dan Perdagangan), dan menghilangkan tarif impor. Bisa dibayangkan jika usulan Bank Dunia ini diterima pemerintah dan implementasikan.

Persoalan Mendasar


Kondisi industri besi dan baja Indonesia memasuki lorong panjang nan gelap, padahal pembangunan infrastruktur Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir sangat pesat dan hampir semua pembangunan tersebut menggunakan besi dan baja untuk konstruksinya. Sementara dibandingkan dengan negara G 20 dan ASEAN konsumsi per kapita baja Indonesia merupakan yang terendah (sumber: World Steel Association Steel Statistical Yearbook 2018).

PT Krakatau Steel (KS) sebagai perusahaan besi dan baja nasional terbesar saat ini kondisinya nyaris bangkrut dengan total utang yang sangat besar, yakni sekitar 2,49 miliar dolar AS atau Rp 34,86 triliun (kurs Rp 14.000) pada akhir 2018. Jumlah ini mengalami kenaikan 10,45% dibandingkan 2017 sebesar 2,26 miliar dolar AS. Salah satu penyebab utama utang KS yang terus membesar karena adanya impor besi dan baja, khususnya dari China.

Membanjirnya impor produk baja ber-SNI ke pasar dalam negeri juga merupakan masalah besar yang harus dihadapi oleh industri besi dan baja domestik. Produk baja impor ber-SNI ini tidak hanya menyerang industri baja hulu tetapi juga industri hilirnya, seperti produk baja lapis (coated sheet). Impor yang tidak terkendali ini telah mengakibatkan tergerusnya pangsa pasar industri baja nasional yang diikuti dengan rendahnya tingkat utilisasi kapasitas yang berujung pada penutupan pabrik dan PHK.

Dari investigasi pasar yang saya lakukan, meningkatnya volume impor baja ke pasar domestik disebabkan karena adanya "kemudahan" untuk mendapatkan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) bagi produsen baja luar negeri, terutama dari China. Padahal SNI awalnya diterbitkan untuk digunakan sebagai technical barrier, namun rupanya telah terjadi penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan SNI oleh regulator sendiri yang menghancurkan industri baja nasional.

Membanjirnya besi dan baja termasuk baja paduan masuk ke Indonesia, terutama dari China, mengandung banyak keganjilan dan patut diduga disengaja oleh oknum yang mempunyai kewenangan menangani barang impor di berbagai kementerian/lembaga terkait. Tanpa peran mereka, sangat tidak mungkin ada kebocoran barang impor sedemikian besarnya.

Secara peraturan perundang undangan, Permendag No. 110 Tahun 2018 sebenarnya sudah melindungi produsen besi dan baja domestik karena untuk memasukkan besi atau baja impor; importir harus mematuhi semua prosedur yang diatur dalam Pasal 3 - Pasal 19. Namun dalam implementasinya, Permendag ini justru menambah hancurnya industri besi dan baja domestik. Cukup menyedihkan jika ternyata Permendag No. 110 Tahun 2018 justru dibuat untuk menghancurkan industri nasional.

Patut diduga, para importir baik umum maupun pabrikan telah melakukan pembusukan isi Permendag No. 110 tahun 2018 tanpa negara dapat mencegah melalui penegakan hukum. Dengan berbagai cara mereka dapat dengan mudah memperoleh SPPT-SNI yang seharusnya menjadi alat pembatas impor. Permainan ini dapat berlangsung aman karena didukung oleh aparat yang korup di Kementerian terkait.

Artinya secara tidak langsung mereka telah melakukan pembangkangan secara berjemaah perintah presiden yang telah bertekad untuk meningkatkan ekspor produk nasional dan menyederhanakan semua proses yang berkepanjangan bagi industri. Bagaimana mungkin importir produsen maupun umum dapat memperoleh STPP-SNI dengan begitu mudah, sehingga dapat segera memasukkan barang ilegal secara legal tanpa tersentuh aparat hukum. Ini perlu pendalaman aparat penegak hukum.


Langkah Pemerintah


Niat Presiden untuk mempersingkat perizinan dan proses bisnis dengan menggunakan sistem digital terintegrasi, seperti Online Single Submission (OSS), Indonesia National Single Window (INSW), dan sebagainya ternyata tidak di dukung oleh banyak pihak. Akibatnya tidak banyak berguna untuk investor besi dan baja nasional. Kebocoran demi kebocoran terus berlangsung tanpa negara dapat mencegahnya.

Sebagai regulator, khususnya Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian harus segera dapat melakukan audit atas kebijakan yang dikeluarkan berdasarkan Permendag No. 110 Tahun 2018. Kemudian segera lakukan penegakan hukum bagi pelanggar Permendag tersebut.

Akhir kata, menjelang pergantian anggota kabinet, presiden harus menempatkan para pembantunya yang mempunyai kemampuan untuk menangani para pemburu rente importasi, punya integritas tinggi dan sudah kenyang; sehingga tidak mempunyai hawa nafsu korupsi. Namun jika presiden tidak mampu mencari pembantunya dengan kriteria tersebut, sebaiknya industri besi dan baja nasional ditutup saja daripada berjalan namun terus merugi triliunan rupiah.


Sumber: Detik

Tags:
  • Jual plate Hardox,Bisalloy,Creusabro,XAR,Brinar,Sumihard,Ympress,JFE Everhard, Fora,Corten,Harga Baja,jual stainless steel,304/L, 316, 310, 3Cr12, Durinox,201,Java Steel Pipe,distributor,Master,KS, GG, wear plate, jual steel,harga steel,JIS,SNI, ASTM,grade,400,500,daftar harga, 2012,jual besi baja,Aluminium,material baja preharden,material stavax, jual vcn steel, Harga besi, inp, cnp,unp,WF,H-beam,besi beton,besi cor,Steel AISI,valve, harga,Plate, Boiler,flange,plat Kapal SS400,A36,BKIsplate,SPCC,SPHC,Mild steel sm490-YA /YB, ABS, abrasion,Marine,Offshore Plates,DNV,standard,tabel,bolt,nuts,berat